After Bloody Sunday
15 FebPadmanaba Donor Darah 2011 “Bukti Cinta untuk Sesama” dapat berjalan dengan lancar dan supersukses. Minggu, 13 Februari 2011 menjadi momen tidak terlupakan buat PJRC. Kerja keras selama hampir dua bulan lebih terbayar sudah. Perolehan 181 calon pendonor, dan 117 kantong darah merupakan sesuatu yang patut dibanggakan. Satu lagi konstribusi kami kepada masyarakat Yogyakarta, dan terlebih lagi untuk Padmanaba.
Sebelumnya kami meminta maaf kepada para pendonor, calon pendonor, maupun pra-calon pendonor atas ketidaknyamanan yang kami buat pada hari H. Pertama, mengenai kuota yang kami berikan. Kami tidak pernah bermaksud memberikan batasan kuota untuk calon pendonor. Dan batasan yang kami berikan kemarin, dikarenakan calon pendonor sudah membludak pada pukul 12 siang, sedangkan petugas PMI yang hadir hanya sedikit, dan jadwal menuntut kami untuk selesai pada pukul dua siang. Jadi kepada pra-calon pendonor yang sudah datang ke SMA 3 dan terpaksa kami tolak, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kedua, kami minta maaf atas kegiatan donor darah berlangsung melebihi jadwal yang telah ditentukan. Pada rundown acara, kami telah menentukan acara akan berlangsung mulai pukul 10 hingga pukul 2 siang SAJA. Tapi kami justru memperpanjang waktu hingga pukul setengah 5 sore, yang menyebabkan para calon pendonor menunggu terlalu lama. Hal ini terpaksa kami lakukan, karena menjelang penutupan ternyata calon pendonor yang masih mengantri sangat banyak jumlahnya. Tidak manusiawi kalau kami harus menyuruh calon pendonor yang telah mengisi formulir itu untuk pulang. Maka atas persetujuan PMI kami memperpanjang waktu pendonoran. Jadi bagi calon pendonor yang menunggu terlalu lama, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Sedikit cerita dibalik kesuksesan Padmanaba Dondar. Bukan PJRC namanya kalau tidak mengalami kejadian darurat, kejadian yang urgen, yang tiba-tiba, unexpectable, dan butuh pertolongan segera. Perjuangan kami menuju tanggal 13 tidaklah mudah. Berbagai masalah mulai dari pembentukan panitia yang sedikit terlambat, kesulitan mencari koordinator divisi, hilangnya data pendonor, sampai rumitnya koordinasi dengan PMI, pernah kami alami. Membludaknya calon pendonor, itu juga di luar skenario. Kami hanya memasang target 175 calon pendonor, kartu nomor urut sudah kami buat HANYA sampai nomor 175, tapi kenyataan di lapangan kami harus membuat nomor urut baru karena tentu saja nomor urut yang kami sediakan telah ludes. Merepotkan memang, tapi menyenangkan.
Kesuksesan kami tidak lepas dari bantuan, partisipasi, motivasi, dan doa dari berbagai pihak. Kami, panitia Padmanaba Donor Darah 2011 “Bukti Cinta untuk Sesama” mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada, pertama, masyarakat Jogja yang telah berpartisipasi di kegiatan kami. Terima kasih atas partisipasi Anda semua, kami tidak mungkin memperoleh kesuksesan ini tanpa partisipasi Anda. Kedua, PMI cabang Kota Yogyakarta. Terima kasih atas kesediaan PMI melakukan prosedur donor darah dan sanggup menyelesaikannya dengan baik meski melebihi waktu yang telah ditentukan. Ketiga, teman-teman Padmanaba yang terus memberikan semangat kepada kami, teman-teman Padmanaba yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kami, terima kasih banyak.
Terakhir, terima kasih sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu ya Allah, kami bisa melaksanakan kegiatan ini dengan lancar dan mendapat sukses besar. Terima kasih telah memudahkan kami untuk melalui segala masalah yang ada. Terima kasih telah mendengar keluh kesah kami selama ini. Terima kasih telah mendengar doa kami selama ini. Terima kasih Tuhan, telah mengizinkan kami untuk membuktikan cinta kami terhadap sesama.
Bhakti vidya ksatria tama, tan lalana labet tunggal bangsa, jaya jaya Padmanaba, hidup Padmanaba
Ditulis oleh: Karin
12 Feb
Besok!
Datang dan ikutilah Donor Darah 2011 “Bukti Cinta Untuk Sesama”!
Mari berbagi, mari beramal.
Sampai bertemu besok!
Pukul 10.00,
di Aula SMA N 3 Yogyakarta,
Jalan Yos Sudarso 7!
Menguak Mitos dan Fakta Donor Darah
5 FebKompas.com — Donor darah merupakan niat yang sangat mulia. Namun, niat untuk membantu sesama tersebut sering kali luntur oleh berbagai kekhawatiran yang sebetulnya belum tentu benar. Simak penjelasan dari dr Udja Bachrussany, Kadiv Pengadaan Darah Unit Transfusi Darah Daerah DKI, dan dr Endang Peddyawati, SpGK, spesialis Gizi Klinik dari RS Persahabatan Jakarta, mengenai mitos dan fakta seputar donor darah.
Donor darah bikin gemuk?
Tak sedikit orang yang mengurungkan niat untuk mendonorkan darahnya karena mitos yang mengatakan setelah donor darah tubuh akan menjadi gemuk. Menurut dr Endang Peddyawati, SpGK, secara teori, kegemukan terjadi karena jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari yang dikeluarkan. “Jadi, tidak ada kaitannya dengan donor darah,” ujar dokter yang biasa disapa Peddy ini.
Setelah mendonorkan darah memang biasa disediakan semangkuk bubur kacang hijau, mi atau telur rebus, dan segelas susu. Para pendonor memang disarankan untuk makan minimal empat jam setelah mendonorkan darah karena tubuh perlu menyesuaikan diri terhadap perubahan volume darah.
Membuat badan lemas
Sebenarnya proses donor darah hanya mengambil 250-500 cc darah. Jumlah tersebut tidak akan berpengaruh banyak karena tubuh kita memiliki persediaan darah hingga 5.000 cc. “Tubuh memang bisa drop kalau setelah mendonorkan darah kita malas makan,” imbuh dr Udja.
Wanita tidak boleh mendonorkan darah
Pada dasarnya donor darah boleh dilakukan siapa saja, baik pria maupun wanita, sepanjang ia berbadan sehat dan memenuhi syarat kesehatan. Pada wanita, memang ada keadaan tertentu yang membuatnya tidak boleh mendonorkan darah, seperti sedang hamil, menyusui, atau sedang menstruasi.
“Pada saat hamil, secara fisiologis kadar hemoglobin dalam darah akan menurun karena ada penambahan volume darah. Demikian juga pada wanita yang sedang haid. Di luar, sepanjang sehat dan memenuhi syarat, wanita boleh mendonorkan darahnya,” kata dr Udja.
Menimbulkan “kecanduan”
Sekalipun proses donor darah dilakukan secara rutin, hal ini tidak akan mengubah proses metabolisme atau jam biologis tubuh. Jadi, tidak benar kalau disebutkan donor darah akan membuat tubuh jadi ketagihan. “Yang pasti donor darah membuat sehat,” kata dr Udja.
Sumber: Kompas.com
Bloody Sunday
4 FebPekan Peringatan Hari Padmanaba ke-68 memang telah usai. Setelah sukses dengan serangkaian event yang diselenggarakan, kini SMA Negeri 3 Yogyakarta kembali hadir memberikan konstribusinya kepada masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui Donor Darah 2011 “Bukti Cinta untuk Sesama”. Donor Darah “Bukti Cinta untuk Sesama” merupakan bukti nyata kepedulian siswa-siswi Padmanaba terhadap kemanusiaan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
Kegiatan yang diorganisasi oleh Padmanaba Junior Rescue Corps ini akan diselenggarakan pada tanggal 13 Februari 2011 dan terbuka untuk umum. Siapa saja bisa mengikutinya, mulai dari siswa, pejabat, hingga tukang becak yang biasa mangkal di depan sekolah. Mengapa harus donor darah? Karena donor darah begitu banyak manfaatnya. Pertama, pendonor akan mendapat kepuasan batin karena darah yang didonorkannya akan menyelamatkan jiwa orang lain. Dari segi kesehatan donor darah juga bagus karena tubuh akan memproduksi darah kembali jika darah yang lama didonorkan. Jadi darah yang lama akan digantikan dengan darah yang baru. Kalau kita rutin melakukannya tiga bulan sekali, maka risiko terkena serangan jantung dapat diminimalisasi.
Kegiatan yang akan diselenggarakan di Aula dan Lapangan Tengah SMA Negeri 3 Yogyakarta ini bukan kegiatan donor darah biasa. Panitia yang 100% siswa-siswi Padmanaba telah menyediakan doorprize bagi mereka yang telah mendonorkan darahnya. Doorprize yang diperebutkan berupa 3 HP Qwerty, 5 Mp3 Player, DVD player, 25 paket sembako, dan berbagai hadiah hiburan lainnya. Donor darah ini juga akan diisi dengan stand makanan dan dimeriahkan dengan adanya music corner. Konsep acara juga dikemas menarik, kegiatan donor darah akan berlangsung terus sejak dibukanya pintu gerbang pukul 10.00 sampai dengan 14.00, sementara hiburan musik juga terus mengisi. Jadi calon pendonor yang menunggu giliran tidak akan bosan dengan adanya musik akustik yang akan dipersembahkan sepanjang acara.
Menarik bukan? Selain bisa beramal, mendapat manfaat dari donor darah, kita juga bisa menikmati stand makanan yang ada dan alunan musik akustik yang sudah dapat dipastikan kualitasnya jempolan. Ditambah lagi dengan kemungkinan mendapat doorprize. Jadi tunggu apa lagi. Bagi Anda yang berminat, bisa langsung mendatangi kami di SMA Negeri 3 Yogyakarta, Jalan Yos Sudarso 7 Kotabaru, Yogyakarta, tanggal 13 Februari 2011 mulai jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa memberikan manfaat bagi manusia yang lain. Bergabunglah bersama kami, dan Anda akan tahu akan arti kemanusiaan sebenarnya.
ditulis oleh : Karin






